Pada suatu hari seorang lelaki datang kepada Rabiah al-Adawiyah al-Bashriyah dan bertanya, "Saya ini telah banyak melakukan dosa. Maksiat saya bertimbun meleblhl gunung-gunung. Andaikata saya bertobat, apakah Allah akan menerima tobat saya?" Mengenal Sufi Rabi'ah Al-Adawiyah. Rabi'ah al-Adawiyah bertaubat dengan sungguh-sungguh dan menjalani ritual dan kehidupan spiritualitas, seperti shalat, tahajud, berdoa memohon ampunan Allah (Istighfar), membaca al-Qur'an dan selalu mengingat kematian. Begitulah Rabi'ah menjalani hari-harinya sampai wafatnya. Mubadalah.id - Rabi'ah al-Adawiyah adalah anak perempuannya yang keempat. Fariduddin Attar, sufi dan sastrawan besar, penulis buku yang sangat terkenal Manthiq ath-Thair ( Percakapan Burung), menulis kisahnya panjang lebar. Ia menuturkan bahwa Rabi'ah al-Adawiyah lahir dari keluarga yang sangat miskin yang taat mengabdi kepada Tuhan. Maksudnya, menetapkan syariat istighfar usai beramal bagi umatnya sekaligus mengingatkan akan ketidaksempurnaan ibadah mereka. (As-Sya'rani, Al-Minahus Saniyyah ). Baca juga: Mu'adzah Al-Adawiyah, Sufi Perempuan yang Melawan Mati dalam Lalai. Puisi kedua Rabiah Al-Adawiyah. Tuhanku, tenggelamkan aku dalam cinta-Mu Hingga tak ada satu pun yang menggangguku dalam jumpa-Mu. Tuhanku, bintang gemintang berkelip-kelip Manusia terlena dalam buai tidur lelap pintu pintu istana pun telah rapat. Tuhanku, malam telah berlalu Dan siang segera menampakkan diri . Aku gelisah apakah amalanku Dalam dunia tasawuf, Rabiah Al Adawiyah adalah sufi yang terkenal dengan mahabbahnya kepada Allah SWT. Berikut sosoknya. Sosok Rabiah Al Adawiyah. Rabiah Al Adawiyah adalah seorang tokoh sufi terkemuka yang memiliki nama lengkap Ummu Khair ibn Ismail Al Adawiyah Al Qisysyiyah. qLrs.

kata kata sufi rabiah al adawiyah