Qonaah adalah salah satu istilah dalam ajaran Islam yang merujuk pada sifat atau sikap bersyukur. Dalam hal ini, seseorang yang memiliki sifat qonaah akan selalu bersyukur dan merasa cukup dengan segala nikmat yang telah diberikan Allah SWT. Tidak jarang, sifat qonaah juga dikaitkan dengan sikap lapang dada yang dimiliki seseorang.
SesungguhnyaEngkau telah mengurniakan daku sebahagian dari kekuasaan pemerintahan dan mengajarku sebahagian dari ilmu tafsiran mimpi. Wahai Tuhan yang menciptakan langit dan bumi Engkau Penguasa dan Pelindungku di dunia dan di akhirat; sempurnakanlah ajalku (ketika mati) dalam keadaan Islam, dan hubungkanlah daku dengan orang-orang yang soleh".
Dengandaya Allah kami tak terkalahkan. 'Dan Allah mengepung mereka dari belakang. Bahkan itu adalah Al-Quran yang mulia Yang termaktub dalam Loh Mahfudz' (Al-Buruj 85: 20-22) 'Allah adalah sebaik-baik pemelihara. Dia Maha Penyayang dari orang-orang yang paling penyayang.' (3x) (Yusuf 12:64) 'Sungguh pelindungku adalah Allah yang
26 Aku ridha Allah sebagai Tuhan, Islam sebagai agama dan Muhammad s.a.w. sebagai Nabi dan rasul. (3X) Dari Abu Daud dan Tirmidzi; Nabi Muhammad s.a.w bersabda: "Sesiapa berdoa setiap pagi dan petang dengan doa ini akan masuk ke syurga." Surah 3: Ali-Imran Ayat 19: Sesungguhnya ugama (yang benar dan diredai) di sisi Allah ialah Islam. 27.
Denganmembaca dzikir dan doa ini diharapkan Allah sebagai penguasa alam semesta akan memberi kedudukan , kekuasaan atau kerajaan yang membawa rahmat dan berkah bagi kita dalam kehidupan dunia dan akhirat. (Cukuplah Allah sebagai pelindungkuDia sebaik baik pelindung dan sebaik baik penolong) Ketika menahan napas: Baca ayat Qur'an
6cqv. Oleh Syaikh Abdul Baari Ats-Tsubaiti hafizohulloh Khotib Masjid Nabawi Madinah Segala puji bagi Allah, sholawat dan salam semoga tercurahkan kepada Rasulullah, amma ba'du حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ "Hasbunallah wani'mal wakiil" Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah sebaik-baik Sandaran, suatu kalimat yang agung, mengandung makna-makna yang tinggi, indah kandungannya, memberi pengaruh yang kuat. Al-Hasiib الحسيب adalah Dzat Yang menghitung nafas-nafasmu, yang dengan karuniaNya Ia menjauhkan keburukan darimu, Yang diharapkan kebaikannya, dan cukup dengan karuniaNya, dengan anugerahNya Ia menghilangkan keburukan. Al-Hasiib adalah Dzat yang jika engkau mengangkat hajatmu kepadaNya maka Iapun memenuhinya, jika ia menghukum dengan suatu keputusan maka ia menetapkannya dan menjalankannya. وَكَفَى بِاللَّهِ حَسِيبًا "Dan cukuplah Allah sebagai Pembuat perhitungan." QS Al-Ahzaab 36 Maknanya adalah yang mengetahui bagian-bagian dan ukuran-ukuran yang para hamba mengetahuinya semisal ukuran-ukuran tersebut dengan cara menghitung, adapun Allah mengetahuinya tanpa menghitung. وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ "Dan Barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan keperluannya." QS At-Tholaq 3 Yaitu Allah akan mencukupkan urusan agama dan dunianya, Yang menghilangkan kesedihan dan kegelisahannya, dan seluruh kecukupan diperoleh maka tidaklah diperoleh kecuali dengan Allah, atau dengan sebagian makhlukNya, dan seluruh kecukupan yang diperoleh dengan sebab makhlukNya maka sesungguhnya diperoleh denganNya. وَنِعْمَ الْوَكِيلُ "Dan Allah adalah Sebaik-baik Sandaran". QS Ali 'Imron 163 Yaitu, sebaik-baik tempat bersandar kepadanya dalam memperoleh kenikmatan dan untuk menolak kemudhorotan dan bencana. Al-Wakiil الوكيل adalah Yang mengurus seluruh alam, dalam penciptaan, pengaturan, pemberian petunjuk dan taqdirnya. Al-Wakiil adalah yang dengan kebaikanNya mengatur segela urusan hambaNya, maka Ia tidak akan meninggalkan hambaNya, tidak membiarkannya, tidak menyerahkan hambaNya kepada yang lain, dan diantaranya adalah sabda Nabi shallallahu 'alaihi wasallam اللَّهُمَّ رَحْمَتَكَ أَرْجُو فَلاَ تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ "Ya Robku, hanya kepada rahmatMu-lah ku berharap, maka janganlah Engkau serahkan diriku kepada diriku meski hanya sekejap mata." Yaitu janganlah Engkau serahkan aku kepada diriku dan memalingkan aku kepada diriku, karena barang siapa yang bertawakkal kepada dirinya maka ia telah binasa. "Hasbunallah wani'mal wakiil" Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah sebaik-baik Sandaran yaitu Allah cukup bagi orang yang bertawakkal kepadaNya, yang berlindung kepadaNya, Dialah yang menghilangkan ketakutan dari seorang yang sedang takut, Dia melindungi orang yang meminta perlindungan, Dialah sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong. Barangsiapa yang berloyal kepadaNya, meminta pertolonganNya, bertawakal kepadaNya, serta menyerahkan segala urusannya kepadaNya, maka Allah akan melindunginya dengan penjagaanNya dan naunganNya. Barangsiapa yang takut kepadaNya dan bertakwal kepadaNya maka Allah akan menjadikannya aman dari segala yang ia takutkan dan kawatirkan. Serta Allah akan mendatangkan baginya seluruh kemanfaatan yang ia butuhkan. وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا ٢ وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لا يَحْتَسِبُ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ "Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar, dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan keperluannya." QS At-Tholaq 2-3 Maka janganlah merasa lambat akan datangnya pertolongan Allah, rizkiNya dan kesembuhan dariNya, karena... إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا "Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang dikehendakiNya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu." QS At-Tholaq 3, tidak akan dipercepat dan tidak pula terlambat. Allah berfirman يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ حَسْبُكَ اللَّهُ وَمَنِ اتَّبَعَكَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ "Hai Nabi, cukuplah Allah menjadi Pelindung bagimu dan bagi orang-orang mukmin yang mengikutimu." QS Al-Anfaal 64 Yaitu Allah akan melindungimu dan melindungi para pengikutmu. أَلَيْسَ اللَّهُ بِكَافٍ عَبْدَهُ "Bukankah Allah cukup untuk melindungi hamba-hamba-Nya." QS Az-Zumar 36 Dan rahasia datangnya perlindungan Allah adalah mewujudkan peribadatan, maka semakin bertambah penghambaan peribadatan seorang hamba kepada Allah maka semakin bertambah pula perlindungan Allah Azza wa Jalla. Maka tambahlah penghambaanmu niscaya Allah Azza wa Jalla menambah penjagaan dan perlindunganNya bagimu. "Hasbullah wa ni'mal wakiil" adalah tempat perlindungan seorang hamba tatkala dalam kondisi krisis yang parah, dalam kondisi yang sangat genting. Perkataan ini lebih kuat daripada kekuatan materi dan sebab-sebab duniawi. Perkataan ini adalah tempat bertumpu seorang muslim tatkala hartanya direbut, tatkala ia tak mampu untuk meraih haknya, tatkala sedikit pendukungnya, perkataan ini adalah penghiburnya tatkala musibah menerpa, bentengnya tatkala genting, yaitu tatkala ia mengucapkan perkataan ini dengan keyakinan yang kuat, karena ia meyakini bahwasanya "Laa haula wa laa quwwat illa billah" Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan Allah. Maka jika seorang hamba ditimpa kesulitan, diliputi oleh musibah lalu ia berkata "Hasbiyallahu wa ni'mal wakiil" cukuplah Allah penolongku dan sebaik-baik sandaran maka hatinya akan terkosongkan dari segala sesuatu kecuali Allah semata. Maka hal ini akan menjadikan seorang yang tertimpa musibah dan ujjian akan merasa dalam relung hatinya adanya keyakinan bahwasanya segala perkara di tangan Allah. Maha suci Allah pemilik segala kekuasaan, maha suci Allah pemilik kesombongan, maha suci Allah yang Maha hidup dan tidak akan mati. Maka akan ringan baginya kesedihan bagaimanapun beratnya, akan ringan penderitaan bagaimanapun puncaknya, karenanya penyeru dari keluarga Fir'aun berkata وَأُفَوِّضُ أَمْرِي إِلَى اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ بَصِيرٌ بِالْعِبَادِ "Dan aku menyerahkan urusanku kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha melihat akan hamba-hamba-Nya." QS Al-Mukmin 44 Nabi Ya'qub 'alaihis salaam berkata إِنَّمَا أَشْكُو بَثِّي وَحُزْنِي إِلَى اللَّهِ "Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku." QS Yusuf 86 "Hasbunallahu wani'mal wakiil" adalah doa permintaan, obat bagi segala yang menggelisahkan seorang muslim baik perkara dunia maupun akhirat. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda من قال في كل يوم حين ي وحين يمسي حسبي الله لا إله إلا هو ؛ عليه توكلت ، وهو رب العرش العظيم ؛ سبع مرات ؛ كفاه الله ما أهمه من أمر الدنيا والآخرة "Barangsiapa yang setiap hari tatkala pagi dan petang mengucapkan "Hasbiyallahu laa ilaaha illa Huwa 'alaihi tawkkaltu wa huwa Robbul 'Arsyil 'Adhiim" artinya Cukuplah Allah bagiku tiada sesembahan kecuali Dia, kepadaNya-lah aku bertawakkal, dan Dia adalah Penguasa 'Arsy yang agung sebanyak 7 kali, maka Allah akan memenuhi apa yang menggelisahkannya dari perkara dunia dan akhirat." "Hasbiyallahu wa ni'mal wakiil" diucapkan oleh Ibrahim 'alaihis salaam tatkala dilemparkan di api, maka jadilah api tersebut dingin dan membawa keselamatan. Diucapkan pula oleh Rasul kita yang mulia shallallahu 'alaihi wasallam tatkala mereka berkata kepadanya ٱلَّذِينَ قَالَ لَهُمُ ٱلنَّاسُ إِنَّ ٱلنَّاسَ قَدۡ جَمَعُواْ لَكُمۡ فَٱخۡشَوۡهُمۡ فَزَادَهُمۡ إِيمَـٰنً۬ا وَقَالُواْ حَسۡبُنَا ٱللَّهُ وَنِعۡمَ ٱلۡوَڪِيلُ [Yaitu] orang-orang [yang menta’ati Allah dan Rasul] yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan "Sesungguhnya manusia [4] telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka", maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab "Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung." QS Ali Imron 173 Justru semakin menambah keimanan mereka Nabi dan para sahabat, فَانْقَلَبُوا بِنِعْمَةٍ مِنَ اللَّهِ وَفَضْلٍ لَمْ يَمْسَسْهُمْ سُوءٌ وَاتَّبَعُوا رِضْوَانَ اللَّهِ وَاللَّهُ ذُو فَضْلٍ عَظِيمٍ "Maka mereka kembali dengan nikmat dan karunia yang besar dari Allah, mereka tidak mendapat bencana apa-apa, mereka mengikuti keridhaan Allah. dan Allah mempunyai karunia yang besar." QS Ali Imron 174 Tatkala mereka menyerahkan urusan mereka kepada Allah dan menyandarkan hati mereka kepadaNya, maka Allah memberikan kepada mereka balasan berupa empat perkara, 1 kenikmatan, 2 karunia, 3 dihindarkan dari keburukan, 4 dan mengikuti keridhoan Allah, maka mereka ridho kepada Allah dan Allahpun ridho kepada mereka. Yang dimaksud dengan menyerahkan urusan kepada Allah subhanahu yaitu setelah berusaha dan berikhtiyar, maka tidaklah mereka mencari kesembuhan kecuali dariNya, tidaklah mereka mencari kecukupan kecuali dariNya, tidaklah mereka kemuliaan kecuali darinya, maka seluruh perkara bergantung kepada Allah, mengharap dariNya. Dan inilah doa yang dengan doa tersebut Allah menjaga kehormatan Aisyah –semoga Allah meridoinya-, tatkala ia naik tunggangannya ia berkata, "Hasbiyallahu wa ni'mal wakiil" cukuplah Allah bagiku dan sebaik-baik Sandaran. Lalu turulah ayat-ayat yang menjelaskan sucinya Aisyah dari tuduhan keji. "Hasbunallahu wani'mal wakiil" adalah doanya orang-orang yang kuat, dan bukan doanya orang-orang yang lemah, doanya orang-orang yang kuat hati mereka, tidak terpengaruh oleh dugaan-dugaan, tidak diganggu oleh kejadian-kejadian, tidak terkontaminasi oleh kelemahan dan ketakutan, karena mereka mengetahui bahwasanya Allah telah menjamin orang yang bertawakal kepadanya dengan jaminan penjagaan yang sempurna. Maka ia yakin kepada Allah, tenang percaya dengan janji Allah, maka sirnalah kesedihannya, hilanglah kegelisahannya, kesulitan pun berganti menjadi kemudahan, kesedihan menjadi kegembiraan, dan ketakutan menjadi ketenteraman. "Hasbunallahu wani'mal wakiil" adalah senjata seorang dai yang menyeru kepada jalan Allah. Seorang mukmin yang benar tegar tidak tergoyahkan oleh goncangan-goncangan, ia tetap melangkah, memurnikan tawakalnya, dan baginya ganjaran yang besar. Allah berfirman فَإِنْ تَوَلَّوْا فَقُلْ حَسْبِيَ اللَّهُ لا إِلَهَ إِلا هُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ Jika mereka berpaling dari keimanan, Maka Katakanlah "Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. hanya kepada-Nya aku bertawakkal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki 'Arsy yang agung". QS At-Taubah 129 Mereka yang menyampaikan agama Allah, mereka mengetahui bahwasanya Allah adalah penolong mereka, maka merekapun takut kepada Allah dan tidak peduli dengan orang-orang yang menghalangi, mereka yakin bahwasanya mereka di atas kebenaran, bahwasanya agama mereka benar, mereka menempuh jalannya para nabi dengan penuh kelembutan dan hikmah. "Hasbunallah wani'mal wakiil" adalah doa rido terhadap taqdir Allah. Allah berfirman وَمِنْهُمْ مَنْ يَلْمِزُكَ فِي الصَّدَقَاتِ فَإِنْ أُعْطُوا مِنْهَا رَضُوا وَإِنْ لَمْ يُعْطَوْا مِنْهَا إِذَا هُمْ يَسْخَطُونَ ٥٨وَلَوْ أَنَّهُمْ رَضُوا مَا آتَاهُمُ اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَقَالُوا حَسْبُنَا اللَّهُ سَيُؤْتِينَا اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ وَرَسُولُهُ إِنَّا إِلَى اللَّهِ رَاغِبُونَ ٥٩ Dan di antara mereka ada orang yang mencelamu tentang distribusi zakat; jika mereka diberi sebahagian dari padanya, mereka bersenang hati, dan jika mereka tidak diberi sebahagian dari padanya, dengan serta merta mereka menjadi marah. Jikalau mereka sungguh-sungguh ridha dengan apa yang diberikan Allah dan RasulNya kepada mereka, dan berkata "Cukuplah Allah bagi Kami, Allah akan memberikan sebagian dari karunia-Nya dan demikian pula Rasul-Nya, Sesungguhnya Kami adalah orang-orang yang berharap kepada Allah," tentulah yang demikian itu lebih baik bagi mereka. QS At-Taubah 58-59 Seandainya seorang muslim menerima keputusan Allah, rido dengan hikmahNya maka lebih baik dan agung baginya. Ini merupakan adab jiwa, adab lisan, dan adab iman. Ridho dengan pembagian Allah, rido dengan sikap pasrah dan menerima, bukan ridho terpaksa. Maka cukupkanlah diri dengan Allah, niscaya Allah akan mencukupkan untuk hambaNya. Dan mencukupkan diri dengan Allah merupakan sikap seorang muslim tatkala miskin dan tatkala memberi, tatkala menolak dan tatkala mengambil, dalam kondisi senang dan susah. "Hasbiyallahu wa ni'mal wakiil" merupakan washiat Nabi kita yang mulia shallallahu 'alaihi wasallam kepada umatnya tatkala dalam kondisi berat, beliau bersabda كَيْفَ أُنْعَمُ وَصَاحِبُ الْقَرْنِ قَدِ الْتَقَمَ الْقَرْنَ وَاسْتَمَعَ الإِذْنَ مَتَى يُؤْمَرُ بِالنَّفْخِ فَيَنْفُخُ فَكَأَنَّ ذَلِكَ ثَقُلَ عَلَى أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ لَهُمْ قُوْلُوا حَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ عَلَى اللهِ تَوَكَّلْنَا "Bagaimana aku tenteram sementara malaikat Israfil telah menempel pada sangkakala dan menanti izin kapan ia diperintahkan untuk meniup, maka diapun meniup". Maka hal ini memberatkan para sahabat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, maka Nabi berkata kepada mereka "Ucapkanlah "Hasbunallahu wani'mal wakiil, 'alallahi tawakalnaa" cukuplah Allah bagi kami dan Dia sebaik-baik bersandar, hanya kepadaNyalah kami menyerahkan urusan kami. Barangsiapa yang Allah cukup baginya maka pikirannya tidak tersibukan dengan makar rencana jahat yang disiapkan oleh para pemakar, tidak menggelisahkannya perkumpulan orang-orang yang selalu menanti-nanti keburukan menimpa kaum muslimin, tidak juga rencana jahat ahli kufur dan orang sesat dan penipu atau orang yang menampakkan perkara yang bertentangan dengan batinnya. Karenanya Allah menenangkan NabiNya dan menurunkan firmanNya kepada Nabi وَإِنْ يُرِيدُوا أَنْ يَخْدَعُوكَ فَإِنَّ حَسْبَكَ اللَّهُ "Dan jika mereka bermaksud menipumu, maka Sesungguhnya cukuplah Allah menjadi pelindungmu." QS Al-Anfaal 62 Yazid bin Hakiim pernah berkata ماَ هِبْتُ أحداً قط هَيْبَتِي رجلاً ظلمتُه وأنا أعلم أنه لا ناصر له إلا الله، ويقول حسبي الله، الله بيني وبينك "Tidaklah aku takut kepada seorangpun sebagaimana ketakutanku kepada seseorang yang aku mendzoliminya, dan aku tahu bahwasanya tidak ada penolong baginya kecuali Allah. Ia berkata, "Hasbiyallahu" cukuplah Allah penolongku, ia berkata "Antara aku dan engkau ada Allah". "Hasbiyallahu wa ni'mal wakiil" membuahkan kepercayaan kepada Allah subhaanahu, dan bersandar kepadaNya, merasa Allah selalu bersamanya dalam setiap waktu dan setiap kondisi. Jika seorang hamba telah mengetahui bahwasanya Allah yang mencukupkan rizkinya, mata pencahariannya, penjagaan dan perhatinan, pertolongan dan kejayaan, maka ia hanya akan mencukupkan dengan pertolongan Allah dari pertolongan selainNya. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda وَمَنِ اسْتَكْفَى كَفَاهُ اللهُ "Barangsiapa yang mencari kecukupan dari Allah maka Allah mencukupkannya." "Hasbiyallahu wani'mal wakiil" membuahkan penyerahan seorang hamba dirinya kepada Allah, berbaik sangka kepadaNya subhaanahu, karena Allah tersifatkan dengan kekuatan yang sempurna, ilmu dan hikmah yang sempurna, dan Allah tidaklah mentakdirkan bagi hamba kecuali yang membawa kemaslahatan bagi sang hamba baik di dunia maupun akhirat. Allah berfirman وَاسْأَلُوا اللَّهَ مِنْ فَضْلِهِ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا "Dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui segala sesuatu." QS An-Nisaa' 32 Juga membuahkan pemantapan tauhid dan tawakkal kepada Pencipta. Allah berfirman فَاعْبُدْهُ وَتَوَكَّلْ عَلَيْهِ "Maka sembahlah Dia, dan bertawakkallah kepada-Nya." QS Huud 123 Allah berfiman رَبُّ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ لا إِلَهَ إِلا هُوَ فَاتَّخِذْهُ وَكِيلا "Dia-lah Tuhan masyrik dan maghrib, tiada Tuhan yang berhak disembah melainkan Dia, Maka ambillah Dia sebagai Pelindung." QS Al-Muzammil 9 Allah juga berfirman أَلا تَتَّخِذُوا مِنْ دُونِي وَكِيلا "Janganlah kamu mengambil penolong selain Aku." QS Al-Isroo' 2 Dan janganlah dipahami dari ini semua, seseorang lalu menyembunyikan kemalasannya dan ketidakmampuannya dibalik "hasbunallahu wani'mal wakiil". Karena ini merupakan bentuk dari kelemahan dan kehinaan. Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mengajarkan kepada sahabat-sahabatnya doa berikut اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحُزْنِ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ "Ya Allah aku berlindung kepadaMu dari kegelisahan dan kesedihan, aku berlindung kepadaMu dari ketidakmampuan dan kemalasan, aku berlindung kepadaMu dari sifat penakut dan pelit, dan aku berlindung kepadaMu dari terlilit hutang dan penguasaan para lelaki." Maka seorang muslim menghadapi semua peristiwa dan kondisi dengan "Hasbiyallahu wa ni'mal wakiil" dengan menghadirkan akan agungnya makna kalimat ini, tingginya nilai yang ditunjukkannya, disertai dengan amal yang sungguh-sungguh, dan menempuh sebab-sebab dengan hikmah dan ilmu. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda الْمُؤْمِنُ الْقَوِيُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ وَفِي كُلٍّ خَيْرٌ احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ واستعن بِاللَّه ولاتعجز "Seorang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada seorang mukmin yang lemah, dan semuanya ada kebaikan. Semangatlah untuk meraih apa yang bermanfaat bagimu dan mintalah pertolongan Allah dan jangan lemah." Disampaikan dalam Khutbah Jumat di Masjid Nabawi [PORTAL-ISLAM]
- Menyerahkan semua perkara kepada Allah, bertawakal kepada-Nya, percaya sepenuhnya terhadap janji-janji-Nya, ridha dengan apa yang dilakukan-Nya, berbaik sangka kepada-Nya, dan menunggu dengan sabar pertolongan dari-Nya merupakan buah keimanan yang paling agung dan sifat paling mulia dari seorang mukmin. Dan ketika seorang hamba tenang bahwa apa yang akan terjadi itu baik baginya, dan ia menggantungkan setiap permasalahannya hanya kepada Rabb-nya, maka ia akan mendapatkan pengawasan, perlindungan, pencukupan serta pertolongan dari Allah. Syahdan, ketika Nabi Ibrahim dilempar ke dalam kobaran api, ia mengucapkan, “Hasbunalldh wa ni’mal wakil,” maka Allah pun menjadikan api yang panas itu dingin seketika. Dan Ibrahim pun tidak terbakar. Baca juga La Tahzan Iman adalah Kehidupan Demikian halnya yang dilakukan Rasulullah dan para sahabatnya. Tatkala mendapat ancaman dari pasukan kafir dan penyembah berhala, mereka juga mengucapkan, “Hasbunallah wa ni’mal wakil.” Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung. Maka mereka kembali dengan nikmat dan karunia yang besar dari Allah, mereka tidak mendapat bencana apa-apa, mereka mengikuti keridhaan Allah. Dan, Allah mempunyai karunia yang besar. QS. Ali Imran 173-174 Manusia tidak akan pernah mampu melawan setiap bencana, menaklukkan setiap derita, dan mencegah setiap malapetaka dengan kekuatannya sendiri. Sebab, manusia adalah makhluk yang sangat lemah. Baca juga La Tahzan Demikianlah, Telah Kami Jadikan Kamu Umat yang Adil dan Pilihan Mereka akan mampu menghadapi semua itu dengan baik hanya bila bertawakal kepada Rabb-nya, percaya sepenuhnya kepada Pelindungnya, dan menyerahkan semua perkara kepada-Nya. Karena, jika tidak demikian, jalan keluar mana lagi yang akan ditempuh manusia yang lemah tak berdaya ini saat menghadapi ujian dan cobaan? Dan, hanya kepada Allahlah hendaknya kamu bertawakal jika kamu benar-benar beriman. QS. Muhammad 8 Dan, orang-orang yang kafir maka kecelakaanlah bagi mereka dan Allah menghapus amal-amal mereka. QS. Al-Ma’idah 23 Wahai orang yang ingin menyadarkan dirinya, bertawakallah kepada Yang Maha Kuat dan Maha Kaya yang kekuatan amat besar ada pada-Nya. Itu bila Anda mau keluar dari kesusahan dan selamat dari bencana. Baca juga La Tahzan Selalu Ingatlah pada Surga yang Seluas Langit dan Bumi! Sumber La Tahzan Karya DR. 'Aidh al-Qarni
“Cukuplah Allah sebagai penolong kami, dan Allah sebaik-baik tempat bersandar.” QS. Ali-Imran 173 KALIMAT di atas adalah ucapan doa Nabi Ibrahim kepada Allah, manakala beliau berhadapan dengan penguasa Babilonia yaitu taja Namrud. Kita tentu tahu betul bagaimana kisah beliau ketika itu. Nabi Ibrahim menghancurkan seluruh berhala yang disembah rakyat dan penguasa Babilonia, dan menyisakan satu yang paling besar. Hal itu beliau lakukan karena beliau yakin bahwa yang mereka lakukan adalah perbuatan yang salah dan menyesatkan. Nabi Ibrahim bermaksud untuk mengajak mereka berpikir, menggunakan akalnya, bahwa sesungguhnya yang mereka lakukan adalah kesesatan. Beliau bermaksud mengajak mereka untuk menyembah Rabb Semesta Alam, Dzat yang telah menciptakan mereka. BACA JUGA Ini Rahasia Hafalan Dr Zakir Naik Tiga Ikatan Syaitan Saat Hendak Shalat, Waspadalah Segera Lepaskan Kisah Nabi Ibrahim di atas memberikan pelajaran kepada kita untuk senantiasa meyakini sepenuh hati bahwasanya hanya Rabb yang Menciptakan kitalah tempat kita berlindung dan memohon pertolongan. Kisah ini juga mengajarkan bahwa hendaklah kita berpegang teguh hanya kepada Allah. Secara total. Kita berbuat sesuatu dengan niat yang lurus dalam rangka ibadah kepada-Nya. Kita pun meyakini bahwasanya hanya kepada-Nya lah kita memasrahkan hasil dari segala ikhtiar yang kita lakukan. Sahabatku, setelah kita mempersiapkan diri untuk menghadapi berbagai kemungkinan yang akan terjadi, bersikap ridha pada apa yang terjadi, tidak mempersulit diri, dan mengevaluasi diri atas setiap peristiwa yang kita alami, maka sikap selanjutnya adalah kita kuatkan keyakinan bahwasanya hanya Allah SWT penolong kita. [] Sumber 5 Kiat Menghadapi Persoalan Hidup/Abdullah Gymnastiar/Emqies
MEMILIH jalan kebaikan bukanlah hal yang mudah. Memilih jalan kebenaran tak akan lepas dari hambatan dan gangguan swt berfirman, "Cukuplah Allah menjadi pelindung dan cukuplah Allah menjadi penolong bagimu." An-Nisa 45Ayat ini adalah wujud penjagaan ilahi dan janji-Nya untuk memberikan rasa aman bagi hamba-hamba-Nya yang mukmin. Dan ayat-ayat yang senada dengan ayat ini begitu banyak. Ini menunjukkan bahwa Allah selalu melindungi dan yang memilih hidup dengan menyandang kebaikan, melakukan kebaikan dan menyeru kebaikan maka tenanglah. Karena Allah tidak akan menelantarkan hamba-hamba-Nya yang mengikuti jalan kebenaran."Dan cukuplah Allah yang Maha Mengetahui." An-Nisa 70"Cukuplah Allah yang menjadi Pelindung." An-Nisa 81Seperti kisah para pengikut setia Rasulullah saw yang diancam oleh musuh-musuh Allah. Bukannya takut, tapi iman mereka menjadi semakin kuat dan hati mereka hanya berharap pada perlindungan Allah swt.Yaitu orang-orang yang menaati Allah dan Rasul yang ketika ada orang-orang mengatakan kepadanya, "Orang-orang Quraisy telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka," ternyata ucapan itu menambah kuat iman mereka dan mereka menjawab, "Cukuplah Allah menjadi Penolong bagi kami dan Dia sebaik-baik Pelindung."Ali Imran 173Ketika mereka hanya berharap pada pertolongan Allah, maka inilah hasil yang mereka dapatkan."Maka mereka kembali dengan nikmat dan karunia yang besar dari Allah, mereka tidak ditimpa suatu bencana dan mereka mengikuti keridaan Allah. Allah Mempunyai karunia yang besar."Ali Imran 174Akankah kita masih takut dengan ancaman musuh-musuh Allah setelah mendengar janji perlindungan dari Sang Pencipta? Mengapa kita masih berharap dengan perlindungan manusia dan mengabaikan pertolongan-Nya? Semoga kita termasuk orang-orang yang berada di jalan kebenaran dan hanya berharap pada pertolongan-Nya.[]
MEMILIH jalan kebaikan bukanlah hal yang mudah. Memilih jalan kebenaran tak akan lepas dari hambatan dan gangguan musuh. Namun Allah swt berfirman, "Cukuplah Allah menjadi pelindung dan cukuplah Allah menjadi penolong bagimu.”An-Nisa’ 45 Ayat ini adalah wujud penjagaan ilahi dan janji-Nya untuk memberikan rasa aman bagi hamba-hamba-Nya yang mukmin. Dan ayat-ayat yang senada dengan ayat ini begitu banyak. Ini menunjukkan bahwa Allah selalu melindungi dan menjaga. Barangsiapa yang memilih hidup dengan menyandang kebaikan, melakukan kebaikan dan menyeru kebaikan maka tenanglah. Karena Allah tidak akan menelantarkan hamba-hamba-Nya yang mengikuti jalan kebenaran. - "Dan cukuplah Allah yang Maha Mengetahui.”An-Nisa’ 70 - "Cukuplah Allah yang menjadi Pelindung.”An-Nisa’ 81 Seperti kisah para pengikut setia Rasulullah saw yang diancam oleh musuh-musuh Allah. Bukannya takut, tapi iman mereka menjadi semakin kuat dan hati mereka hanya berharap pada perlindungan Allah swt. Yaitu orang-orang yang menaati Allah dan Rasul yang ketika ada orang-orang mengatakan kepadanya, “Orang-orang Quraisy telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka,” ternyata ucapan itu menambah kuat iman mereka dan mereka menjawab, “Cukuplah Allah menjadi Penolong bagi kami dan Dia sebaik-baik Pelindung.”Ali Imran 173 Ketika mereka hanya berharap pada pertolongan Allah, maka inilah hasil yang mereka dapatkan. “Maka mereka kembali dengan nikmat dan karunia yang besar dari Allah, mereka tidak ditimpa suatu bencana dan mereka mengikuti keridaan Allah. Allah Mempunyai karunia yang besar.”Ali Imran 174 Akankah kita masih takut dengan ancaman musuh-musuh Allah setelah mendengar janji perlindungan dari Sang Pencipta?Mengapa kita masih berharap dengan perlindungan manusia dan mengabaikan pertolongan-Nya?Semoga kita termasuk orang-orang yang berada di jalan kebenaran dan hanya berharap pada pertolongan-Nya.[ ]
cukup allah sebagai penolong dan pelindungku