Disebuahdesa tinggalah satu keluarga yang takut akan Tuhan, rajin beribadah dan kegiatan yang Rohani sebut saja kepala keluarga ini bapak Iman. Suatu kali bapak ini bilang sama istrinya begini " ma papa pengen melihat pertolongan dan melihat Tuhan Yesus itu seperti apa wajahNya . Kalau perlu papa akan berdoa dan puasa kalau perlu. Ketikaanggota keluarga memelihara rasa takut akan Tuhan, sesuatu yang indah terjadi di dalam keluarga. Keluarga yang kokoh mampu bertahan dari generasi ke generasi karena ketekunan yang diterapkan dalam proses pengajaran. Bagaimana jam doa? Melalui doa kita membawa keluarga, suami, istri, anak2, pekerjaan, study, pelayanan, ucapan syukur Tidakada keluarga yang tidak menghadapi permasalahan hidup. Seringkali permasalahan muncul secara tidak terduga. Misalnya, hubungan suami istri, masalah yang dihadapi anak belasan tahun, dan masalah ekonomi. Suami yang takut akan Tuhan dan menjadi pimpinan yang melayani di dalam keluarganya dinyatakan akan berbahagia; berkat Tuhan akan cWhmdtv. naomi irma diana Contributor 1147 Mazmur 1273-5 Sesungguhnya, anak-anak lelaki adalah milik pusaka dari pada TUHAN, dan buah kandungan adalah suatu upah. Seperti anak-anak panah di tangan pahlawan, demikianlah anak-anak pada masa muda. Berbahagialah orang yang telah membuat penuh tabung panahnya dengan semuanya itu. Ia tidak akan mendapat malu, apabila ia berbicara dengan musuh-musuh di pintu gerbang. Bacaan Alkitab setahun Mazmur 15; Matius 15; Kejadian 29-30 Saudara, untuk mengetahui apakah rumah yang sedang kita kunjungi beragama kristen atau tidak sangat mudah. Keluarga kristen biasanya menghiasi rumahnya dengan ornamen kekristenan seperti kayu salib, atau lukisan perjamuan kudus. Tetapi ornamen tersebut tentu tidak langsung menunjukan kualitas rohani seseorang. Nah bagian yang kita baca hari ini akan menolong kita untuk bisa membangun konsep keluarga seperti yang Tuhan inginkan. Gambaran tentang keluarga saat ini dan ketika firman Tuhan ditulis, lumayan berbeda. Pada saat itu gambaran budaya yang berkembang adalah patriarki, dimana lelaki lebih dominan daripada perempuan. Karena itu, gambaran yang dimunculkan adalah ayah dan anak laki-laki. Jadi ketika berkeluarga dan memiliki anak lelaki, apalagi jumlahnya banyak, itulah wujud berkat Tuhan. Dia ayat 3 kita diingatkan bahwa anak-anak yang kita miliki sekarang bukan sekedar terjadi karena proses alamiah, tetapi mereka adalah pemberiaan Allah. Mereka milik pusaka Allah, hadiah dari Allah untuk orang-orang yang dicintai-Nya dan bersandar kepada-Nya. Untuk itu sudah sepatutnya kita mengasihi mereka seperti Allah mengasihi mereka. Ayat 4-5a menggambarkan bagaimana orang tua mengambil peran untuk mendidik dan membangun anak sesuai dengan kebenaran firman Tuhan di masa mudanya. Sehingga anak siap menjadi dampak di tengah generasinya. Ya, seperti anak panah di tangan pahlawan, demikianlah anak yang lahir dari didikan keluarga yang takut akan Tuhan. Hari ini, mari renungkan sejenak apakah Anda sudah menjadi orang tua yang mendidik anak-anak Anda di dalam Tuhan? Apakah keluarga Anda dibangun di tengah fondasi kebenaran firman Tuhan? Lukas 23 - Orang baik dan atau hamba Tuhan yang takut akan Tuhan, itu biasa dan lumrah. Tapi orang jahat yang takut akan Tuhan, itu luar biasa. Apalagi jika diiringi dengan pertobatan, pasti menyenangkan hati Tuhan dan menyelamatkan dirinya sendiri. Bukankah lebih baik orang jahat yang menjadi baik dari pada orang baik berlaku menjadi jahat? Itulah yang terjadi pada salah seorang penjahat yang ikut disalib bersama Yesus. Di tengah penderitaannya di salib itu, dia masih sempat menyatakan credo pengakuan imannya dan bersaksi tentang Allah. Dia mengaku bersalah setelah mendapatkan hukuman. Karena itu, dia menegor temannya yang teledor menghujat Yesus. Ilustrasi renungan internet Demas atau Dismas, itulah namanya. Dia mengingatkan temannya sesama penjahat itu agar seharusnya takut akan Tuhan. Sebab mereka memang pantas dihukum karena kejahatan mereka, sedangkan Yesus tidak. Yesus tidak bersalah, tapi harus disalib. Padahal Yesus orang benar. Inilah penginjilan seorang penjahat di tengah-tengah penderitaannya. Dia sadar bahwa dia telah bersalah dan berdosa kepada Allah. Inilah pengakuan imannya. Bahwa seharusnya dia dan temannya itu hidup takut akan Tuhan. Apalagi ketika mereka sudah dalam keadaan tak berdaya karena sudah disalib dan sebentar lagi akan meregang nyawa. Seharusnya mereka takut akan Allah dalam situasi seperti itu, sebab tak ada yang dapat menyelamatkan mereka, selain Allah sendiri. Demikian firman Tuhan hari ini. "Tetapi yang seorang menegor dia, katanya "Tidakkah engkau takut, juga tidak kepada Allah, sedang engkau menerima hukuman yang sama?" ay 40 Demas adalah penjahat yang takut akan Tuhan. Dia segera sadar bahwa dia dan sahabatnya itu telah bersalah dan layak untuk dihukum akibat segala kejahatan mereka. Karena itu dia menjadi takut akan Allah. Dia menegor dengan keras sahabat itu agar dalam situasi seperti itu justeru mereka harus sadar diri dan takut akan Tuhan. Sebab dalam situasi sesulit apapun, pertolongan tentu hanya akan datang dari Tuhan saja, bukan dan tidak dari siapapun juga. Takut akan Tuhan haruslah menjadi bagian hidup setiap keluarga dan umat Kristen. Artinya, kita semua yang mengaku percaya Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat dunia haruslah hidup takut akan Tuhan. Orang yang hidup takut akan Tuhan adalah orang yang hidup dalam pertobatan, menjauhi kejahatan dan terus konsisten melakukan firman Tuhan. Itulah cara hidup, kepribadian dan jatidiri orang Kristen. Karena orang Kristen hidupnya bergantung penuh kepada kasih karunia, pemeliharaan dan berkat Tuhan Yesus. Di luar itu tidak, karena berasal dari si kita harus hidup takut akan Tuhan. Takut akan Tuhan berbeda dengan takut kepada "anjing gila" atau takut kepada "hantu" maupun kepada manusia. Sebab jika kita takut kepada "anjing gila," atau kepada orang tertentu, maka kita akan menghindar dan lari dari hadapannya. Sebaliknya, jika kita takut akan Tuhan, kita bukanlah lari dari hadapan Tuhan, tapi kita akan datang kepada-Nya, menyembah, memuji dan memuliakan Dia. Takut akan Tuhan berarti kita mau mengikuti jalan Tuhan. Takut akan "anjing gila" membuat kita kuatir dan gelisah. Tapi takut akan Tuhan akan mendatangkan ketenangan, karena kita telah hidup di dalam Dia. Sebab, takut akan Tuhan berarti kita merasa takjub, bangga dan menyatakan rasa hormat kita kepada-Nya. Hidup takut akan Tuhan berarti bukan hanya melakukan firman-Nya tapi membuat hidup kita erat melekat kepada Tuhan. Dan Tuhan akan mendekap kita dengan cinta kasih sayang-Nya Takut akan Tuhan tidak menimbulkan kegundahan dan kegelisahan seperti kita takut kepada orang, atasan, teman maupun orang jahat. Sebab dalam takut akan Tuhan kita mendapatkan kedamaiaan, sukacita sejahtera, kenyamanan dan keselamatan kekal. Kita justeru akan hidup berlimpah berkat Allah. Itulah yang diketahui dan diimani oleh si jahat yang bertobat di akhir hidupnya. Dia menyesali dirinya yang tidak hidup takut akan Tuhan. Untung saja Tuhan Yesus pengampun, pengasih dan penyayang. Sehingga tidak ada kata terlambat bagi si jahat untuk bertobat. Kita pun demikian. Tersedia pintu pengampunan, keselamatan dan berkat melimpah dari Tuhan jika kita bertobat dan mau hidup takut akan Tuhan. Karena itu, semua kita haruslah hidup takut akan Tuhan, sebab telah tersedia bagi kita kemenangan, keselamatan dan berkat melimpah baik di bumi maupun di sorga mulia bersama Kristus Yesus, Tuhan kita, selamanya. Amin DOA Tuhan Yesus, ajarlah kami selalu hidup takut akan Tuhan dan terus melakukan firman-Mu dalam hidup kami. Amin

keluarga yang takut akan tuhan